Popularitas sagu sebagai bahan tepung yang banyak digunakan dalam bidang kuliner sudah tidak perlu diragukan lagi. Pasalnya sagu merupakan tanaman asli Indonesia dan telah menjadi makanan pokok sejak zaman dahulu. Keberadaannya bisa menjadi pangan alternatif nasional selain nasi.

Pohon sagu mempunyai banyak nama lokal yang berbeda-beda. Orang Sunda menyebutnya Kirai, orang Jawa menyebutnya ambulung atau kersulu, di Ambon dan Seram disebut Lapia, sedangkan di Sulawesi Tenggara disebut Tuni, Roe, Molat.

Selain sebagai sumber pangan manusia, sagu juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak, sumber pangan industri dan sumber energi. Sebagai sumber pangan industri, pati tanaman ini dapat menjadi bahan pembuatan roti, mie, kue, dan sirup.

Pati juga digunakan dalam industri farmasi, kosmetik, kertas, etanol dan tekstil. Pada saat yang sama, bioetanol yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif berkualitas tinggi.

Tak hanya laris manis di pasar dalam negeri, produk sagu Indonesia juga laris di pasar global sehingga peluang meraup keuntungan sangat terbuka. Lima negara konsumen terbesar ekspor sorgum Indonesia adalah Malaysia, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Singapura.

Menanam sagu ramah lingkungan dan lebih produktif dibandingkan sumber pangan lainnya. Tanaman ini sebaiknya hanya ditanam satu kali saja, setelah itu akan mudah berkembang biak.

Oleh karena itu, Sagu layak ditanam sebagai sumber pendapatan masa depan. Jika anda ingin menanam silahkan simak petunjuk dibawah ini.

Penaburan Bibit Sagu

  • Mengumpulkan bibit dari pohon induk yang sehat dan produktif. Ada dua jenis pengadaan benih. Pertama dengan metode generatif, yaitu penggunaan benih yang sudah tua. Cara kedua disebut metode vegetatif, yaitu cara pemberian
    Pemanenan Sagu

    nutrisi dengan cara mengumpulkan benih dari bibit yang menempel pada pangkal batang induk. Untuk mempercepat proses pertumbuhannya digunakan bibit anakan sagu (dangkel).

  • Pilih dangkel dengan diameter sekitar 13 cm, tinggi sekitar 1 m, dan 4 helai daun. Saat Anda memotong bibit, bagian dalamnya berwarna merah muda. Warna ini menunjukkan bahwa bibit tersebut memenuhi syarat sebagai bibit potensial.
  • Buat sayatan sedalam 30 cm pada sisi kiri dan kanan tanpa menghilangkan akar serabutnya.
  • Bersihkan potongan dungkel dari daunnya dan letakkan di bawah sinar matahari langsung selama 1 jam dengan permukaan terkena sinar matahari.
  • Penaburan atau penyemaian dengan menggunakan rakit pada air mengalir. Air dangkal ditempatkan di atas rakit. Menabur benih di atas rakit agar benih di masa depan dapat menerima cukup oksigen untuk tumbuh.
  • Bibit sagu yang sudah berumur tiga bulan, dipindahkan ke lokasi penanaman.

Penyiapan dan Pengolahan Lahan

  • Menyingkirkan tanaman pengganggu dari lahan.
  • Untuk budidaya skala besar, buatlah persemaian dengan menggunakan konstruksi balok. Ukuran blok adalah 400m x 400m, dan terdapat tiga jenis saluran air di tengah blok, antara lain kanal utama, kanal sekunder, dan kanal tersier. Kanal utama adalah saluran yang digali tegak lurus dengan sungai agar air sungai dapat mengalir. Kanal sekunder digali tegak lurus terhadap saluran utama dan berfungsi sebagai jalur pengangkutan sagu dari perkebunan dan saluran tersier menuju saluran utama. Dan kanal tersier digali secara terpusat di antara blok-blok yang berlawanan dan berfungsi sebagai jalur transportasi dari perkebunan sagu ke saluran-saluran utama atau sekunder.
  • Membuat sistem drainase (saluran) dengan lebar kurang lebih 1 meter.

Menanam Sagu

  • Satu minggu sebelum tanam, buatlah lubang tanam berukuran kurang lebih 30 x 30 x 30 cm, dengan jarak tanam 8 hingga 10 meter (tergantung jenis sagu yang akan ditanam).
  • Tanam benih pada lubang tanam. Rendam tanaman di dalam tanah hingga ke pangkalnya.
  • Memberikan penyangga dengan bentuk menyilang di bagian depan batang tanaman.
  • Tanaman sagu yang baru ditanam sangat bergantung pada keberadaan air. Oleh karena itu, perlu diperhatikan ketersediaan air di sekitar lokasi penanaman. Lakukan penanaman pada awal musim hujan agar permasalahan ketersediaan air dapat lebih mudah teratasi.

Pemeliharaan Sagu

  • Membasmi gulma dengan tangan atau dengan sabit dan cangkul. Gulma yang
    Bibit Sagu

    telah dihilangkan dapat ditumpuk untuk dijadikan kompos. Namun jika gulma tersebut terserang penyakit, sebaiknya dibakar dan abunya digunakan sebagai kompos.

  • Pemupukan dua kali setahun, pada akhir musim hujan dan pada akhir musim hujan.
  • Sebarkan pupuk di sekeliling tanaman dan tutupi dengan tanah. Urea, fosfat, TSP, KCl, kieserite digunakan sebagai pupuk. Takaran pemberian pupuk disesuaikan dengan jumlah yang ditentukan.

Pemanenan Sagu

  • Pemanenan Sagu biasanya dilakukan pada saat tanaman berumur 7 tahun. Ciri khasnya adalah batangnya membengkak dan pelepah daun sagu memutih.
  • Bersihkan jalur masuk ke kelompok tumbuhan dan bersihkan batang tanaman yang akan dipotong.
  • Gunakan mesin pemotong untuk memotong tanaman sedekat mungkin dengan akar. Batang pohon tersebut kemudian dilepaskan kembali dari pelepahnya sehingga hanya menyisakan batang sagu yang panjangnya 6 hingga 15 meter.
  • Memotong kayu gelondongan sepanjang 1-2 meter untuk memudahkan pengangkutan.

Inilah cara menanam tanaman sagu. Semoga membantu dan semoga sukses dalam membudidayakan tanaman sagu. Terima kasih banyak.