{"id":1230,"date":"2024-10-10T09:07:17","date_gmt":"2024-10-10T09:07:17","guid":{"rendered":"https:\/\/harapantani.com\/?p=1230"},"modified":"2024-10-10T09:07:17","modified_gmt":"2024-10-10T09:07:17","slug":"silase-solusi-penyimpanan-pakan-berkualitas-untuk-ternak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/harapantani.com\/index.php\/2024\/10\/10\/silase-solusi-penyimpanan-pakan-berkualitas-untuk-ternak\/","title":{"rendered":"Silase: Solusi Penyimpanan Pakan Berkualitas untuk Ternak"},"content":{"rendered":"<p>Indonesia merupakan wilayah dengan yang terdapat dua musim, yaitu musim hujan dan kemarau. Hal tersebut tentu menjadi perhatian bagi para peternak yang memelihara kambing, sapi dll. Sebab, rumput di musim kemarau jumlahnya akan berkurang.<\/p>\n<p>Di musim penghujan jumlah rumput hijau akan melimpah, berbeda halnya ketika musim kemarau. Para peternak bisa memanfaatkan jumlah rumput yang melimpah di musim kemarau untuk membuat cadangan ketika musim kemarau. Nah, bagaimana cara menyimpan rumput untuk jangka waktu yang lama tanpa mengurangi kandungan gizi dan protein? Maka muncullah teknologi pengawetan pakan hijauan yaitu silase.<\/p>\n<p>Kata silase pasti sudah sangat familiar di kalangan para peternak. Silase adalah pembuatan pakan dari hasil penyimpanan bahan seperti\u00a0 rumput odot atau hijauan yang dilakukan dengan proses tertutup. Pembuatan silase dilakukan dengan cara fermentasi dan diawetkan. Pengawetan pakan dihasilkan setelah rumput mengalami proses insilase (fermentasi) yang dibantu oleh bakteri asam laktat di suasana asam dan anaerob.<\/p>\n<p>Pembuatan silase tidak terlalu sulit, bahan dan alat yang diperlukan juga mudah ditemukan. Para peternak bisa membuatnya sendiri di rumah. Berikut cara membuat silase yang bisa anda praktikkan.<\/p>\n<h2><strong>Cara pembuatan silase<\/strong><\/h2>\n<h3>Bahan<\/h3>\n<ol>\n<li>Rumput gajah, tebon jagung, rumput odot atau lainnya<\/li>\n<li>Bahan konsentrat bisa berupa dedak, onggok, ampas tahu dll<\/li>\n<li>Cairan EM4<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Alat<\/h3>\n<ol>\n<li>Mesin pencacah atau parang<\/li>\n<li>Tong atau plastik besar untuk tempat penyimpanan<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Cara membuat:<\/h2>\n<ul>\n<li>Potong rumput hijau menggunakan mesin chopper atau parang dengan ukuran 5-10 cm. Pemotongan rumput menjadi kecil bertujuan untuk memudahkan dalam penyimpanan sehingga rumput bisa menjadi padat serta meminimalisir masuknya oksigen dan air di dalamnya.<\/li>\n<li>Campurkan semua bahan hingga rata<\/li>\n<li>Kemudian bahan yang sudah tercampur rata dimasukkan ke dalam plastik atau tong dan dipadatkan sampai tidak ada udara yang tersisa di dalam.<\/li>\n<li>Bahan silase dimasukkan sampai mendekati permukaan tutup hal ini dilakukan untuk menjaga kemungkinan terjadinya penyusutan dari silase.<\/li>\n<li>Setelah semua bahan masuk segera tutup rapat plastik dan beri pemberat seperti batu.<\/li>\n<\/ul>\n<figure id=\"attachment_1249\" aria-describedby=\"caption-attachment-1249\" style=\"width: 225px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1249 size-medium\" src=\"http:\/\/harapantani.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-10-at-15.56.49-225x300.jpeg\" alt=\"\" width=\"225\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/harapantani.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-10-at-15.56.49-225x300.jpeg 225w, https:\/\/harapantani.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-10-at-15.56.49-768x1024.jpeg 768w, https:\/\/harapantani.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-10-at-15.56.49-1152x1536.jpeg 1152w, https:\/\/harapantani.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-10-at-15.56.49-1536x2048.jpeg 1536w, https:\/\/harapantani.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-10-at-15.56.49-scaled.jpeg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 225px) 100vw, 225px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1249\" class=\"wp-caption-text\">pakan silase yang disimpan di plastik tertutup<\/figcaption><\/figure>\n<p>Pembuatan silase memakan waktu selama 6-8 minggu, setelah itu wadah bisa dibongkar. Silase yang berhasil bisa bertahan selama kurang lebih 1-2 tahun. Perlu diketahui bahwa silase yang baru dibongkar sebaiknya diangin-anginkan terlebih dahulu atau dijemur. Supaya silase dapat bertahan lama dan kualitasnya tetap\u00a0 baik, ambilah silase secukupnya dan tutup kembali dengan rapat setelah membukanya.<\/p>\n<h2>Ciri-ciri silase yang baik:<\/h2>\n<ol>\n<li>Rasa dan aromanya wangi asam<\/li>\n<li>Tekstur rumput masih jelas<\/li>\n<li>Warna pakan masih hijau<\/li>\n<li>Tidak berlendir, menggumpal dan tidak berjamur<\/li>\n<\/ol>\n<p>Silase bisa menjadi pakan alternatif untuk peternakan, sekali buat bisa untuk dipakai berkali-kali dan bisa disimpan jangka panjang. Bagi peternak yang tidak mempunyai banyak waktu untuk mencari rumput atau ngarit, pakan silase bisa menjadi pilihan. Tunggu apalagi, ayo buat pakan silase sekarang!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia merupakan wilayah dengan yang terdapat dua musim, yaitu musim hujan dan kemarau. Hal tersebut tentu menjadi perhatian bagi para peternak yang memelihara kambing, sapi dll. Sebab, rumput di musim kemarau jumlahnya akan berkurang. Di musim penghujan jumlah rumput hijau akan melimpah, berbeda halnya ketika musim kemarau. Para peternak bisa memanfaatkan jumlah rumput yang melimpah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":1252,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[592,590,591],"class_list":["post-1230","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-peternakan","tag-alternatif-pakan-untuk-ternak","tag-cara-membuat-pakan-silase","tag-silase"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/harapantani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1230","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/harapantani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/harapantani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harapantani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harapantani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1230"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/harapantani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1230\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1253,"href":"https:\/\/harapantani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1230\/revisions\/1253"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harapantani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1252"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/harapantani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1230"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/harapantani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1230"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/harapantani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1230"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}