{"id":4071,"date":"2025-07-24T07:26:00","date_gmt":"2025-07-24T07:26:00","guid":{"rendered":"https:\/\/harapantani.com\/?p=4071"},"modified":"2025-07-24T07:26:51","modified_gmt":"2025-07-24T07:26:51","slug":"4071","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/harapantani.com\/index.php\/2025\/07\/24\/4071\/","title":{"rendered":"Gejala Terjadinya Pembusukan Buah Nangka Dan Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<p>Hasil berkumpulnya buah nangka kurang optimal karena terlihat adanya busuk dan bercak hitam? Jangan khawatir dulu, teman. Penyakit busuk hitam pada buah nangka ini bisa dikelola dan penyebarannya bisa dicegah, sehingga tidak akan semakin parah atau menginfeksi buah-buah lain di sekitarnya. Apa saja langkah-langkah yang bisa diambil?<\/p>\n<p>Buah nangka adalah salah satu jenis buah yang cukup populer di Indonesia. Hal ini dikarenakan rasanya yang manis serta aroma khas yang menyenangkan. Dengan demikian, buah ini mudah diolah menjadi berbagai makanan dan memiliki peluang bisnis yang menjanjikan.<\/p>\n<p>Sayangnya, dalam usaha membudidayakan nangka, serangan penyakit dan hama dapat menjadi tantangan tersendiri. Salah satu penyakit yang sering menyerang tanaman buah ini adalah busuk buah.<\/p>\n<p>Jadi, apa yang membuat nangka mengalami busuk buah dan berwarna kehitaman? Berikut penjelasannya:<\/p>\n<h2 id=\"h-penyebab-busuk-buah-pada-nangka\" class=\"wp-block-heading\"><strong>Penyebab Pembusukan Buah pada Nangka<\/strong><\/h2>\n<p>Penyakit pembusukan buah pada nangka muncul karena patogen memasuki sel atau jaringan buah, yang dalam hal ini adalah jamur yang dikenal dengan nama <em>Rhizopus Artocarpi Raciborski<\/em> atau pembusukan nangka Rhizopus.<\/p>\n<p>Infeksi hitam ini umumnya terjadi pada buah-buah yang masih muda. Serangan jamur yang tidak diatasi dengan benar dapat mengakibatkan buah menjadi busuk.<\/p>\n<h2 id=\"h-gejala-penyakit-busuk-buah-pada-nangka\" class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Gejala_Penyakit_Busuk_Buah_pada_Nangka\" class=\"ez-toc-section\"><\/span><strong>Gejala Penyakit Busuk Buah pada Nangka<\/strong><\/h2>\n<p>Berikut adalah ciri-ciri penyakit busuk buah pada nangka:<\/p>\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Buah yang masih muda serta bunga nangka jantan dapat terinfeksi oleh kapang atau jamur, sehingga hanya sebagian kecil dari buah yang dapat matang.<\/li>\n<li>Umumnya, bunga nangka betina dan buah yang telah matang tidak terpengaruh oleh jamur ini.<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignright wp-image-4076\" src=\"http:\/\/harapantani.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pd-46-222x300.jpg\" alt=\"\" width=\"328\" height=\"443\" srcset=\"https:\/\/harapantani.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pd-46-222x300.jpg 222w, https:\/\/harapantani.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pd-46.jpg 401w\" sizes=\"auto, (max-width: 328px) 100vw, 328px\" \/><\/li>\n<li>Penyakit busuk buah ini mampu menyebabkan banyak buah nangka mengalami kematian.<\/li>\n<li>Pada awal serangan penyakit busuk, kapang terlihat berwarna abu-abu dan kemudian menjadi lebih padat serta berubah menjadi warna hitam seiring berjalannya waktu.<\/li>\n<li>Jamur ini cenderung berkembang secara bertahap hingga semua bunga atau buah mengalami pembusukan dan jatuh dengan sendirinya.<\/li>\n<li>Jamur dapat tumbuh dengan cepat di lingkungan yang hangat, lembab, dan saat hujan.<\/li>\n<li>Selain itu, angin, hujan, dan serangga bisa mempercepat penyebaran spora jamur.<\/li>\n<\/ol>\n<h2 id=\"h-dampak-infeksi-penyakit-busuk-hitam-pada-nangka\" class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Dampak_Infeksi_Penyakit_Busuk_Hitam_pada_Nangka\" class=\"ez-toc-section\"><\/span><strong>Dampak Infeksi Penyakit Busuk Hitam pada Nangka<\/strong><\/h2>\n<p>Infeksi penyakit busuk hitam pada nangka dapat memberikan efek negatif pada hasil panen, karena akan banyak bunga yang jatuh dan buah yang membusuk sebelum waktunya. Sebagai hasilnya, jumlah panen dapat mengalami penurunan yang signifikan.<\/p>\n<p>Kondisi ini bisa semakin buruk jika cuaca mengalami penurunan di musim hujan dengan kelembaban yang tinggi, sehingga jamur menjadi lebih mudah berkembang biak.<\/p>\n<h2 id=\"h-cara-pengendalian-penyakit-busuk-buah-hitam-pada-nangka\" class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Mengatasi Penyakit Busuk Buah Hitam pada Nangka<\/strong><\/h2>\n<p>Terdapat beberapa metode yang bisa kita lakukan untuk mengatasi penyakit busuk buah pada nangka, yaitu:<\/p>\n<h3 id=\"h-pemeriksaan-tanaman-berkala\" class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Pemeriksaan_Tanaman_Berkala\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>Pemeriksaan Tanaman Berkala<\/h3>\n<p>Melakukan pemeriksaan pada tanaman secara rutin sangat penting agar kita bisa mengidentifikasi gejala-gejala pada tanaman nangka yang mungkin terkena penyakit busuk hitam atau diserang hama dan penyakit lainnya.<\/p>\n<p>Ketika memeriksa tanaman, perhatikan jika ada bagian dari buah yang terasa lembek, atau mulai muncul bercak berwarna abu-abu yang perlahan-lahan berubah menjadi hitam, karena itu adalah indikasi awal bahwa tanaman nangka mengalami penyakit busuk hitam.<\/p>\n<h3 id=\"h-lakukan-pengontrolan-pada-tanaman\" class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Lakukan_Pengontrolan_pada_Tanaman\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>Lakukan Pengontrolan pada Tanaman<\/h3>\n<p>Selain melakukan pemeriksaan secara berkala, Anda juga bisa melakukan pengendalian dengan cara sebagai berikut:<\/p>\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Memotong cabang-cabang pohon agar sirkulasi udara berjalan lancar dan membantu pohon yang basah cepat mengering setelah hujan.<\/li>\n<li>Mengambil atau memotong bagian tanaman yang terinfeksi penyakit busuk hitam, dan mengumpulkan juga buah-buah yang sudah jatuh ke tanah. Perlu diingat, spora jamur dapat terbawa angin dan menempel pada buah yang masih sehat.<\/li>\n<li>Setelah panen, pastikan tidak ada kulit buah yang terkelupas atau terbuka, karena hal tersebut dapat membuka jalan bagi penyebaran spora jamur yang menyebabkan busuk pada buah.<\/li>\n<li>Hindari menyimpan buah yang sudah dipanen di tempat yang bersuhu hangat. Usahakan untuk meletakkannya di ruangan atau lemari pendingin dengan suhu di bawah 10 derajat Celsius agar jamur tidak dapat tumbuh.<\/li>\n<li>Pastikan kotak yang digunakan untuk menyimpan nangka dalam keadaan bersih.<\/li>\n<\/ol>\n<h3 id=\"h-lakukan-penyemprotan-dengan-fungisida\" class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Lakukan_Penyemprotan_dengan_Fungisida\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>Lakukan Penyemprotan dengan Fungisida<\/h3>\n<p>Jika dianggap perlu, misalnya ketika jamur sangat keras kepala dan isolasi pada <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-4078\" src=\"http:\/\/harapantani.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pd-47.jpg\" alt=\"\" width=\"323\" height=\"403\" \/>tanaman yang sudah terinfeksi tidak cukup, maka Anda juga bisa menggunakan fungisida untuk menghilangkan jamur.<\/p>\n<p>Yang perlu Anda perhatikan, saat menerapkan fungisida, pastikan untuk mengikuti dosis yang direkomendasikan dan jangan lupakan untuk mengenakan pakaian pelindung yang sesuai serta masker agar Anda tidak secara tidak sengaja menghirup bahan tersebut.<\/p>\n<h2 id=\"h-pencegahan-munculnya-penyakit-busuk-hitam-buah-nangka\" class=\"wp-block-heading\"><strong>Pencegahan Terjadinya Penyakit Busuk Hitam pada Buah Nangka<\/strong><\/h2>\n<p>Walaupun penyakit busuk adalah masalah yang sering menyerang buah nangka, namun kalian bisa melakukan beberapa langkah pencegahan, antara lain:<\/p>\n<h3 id=\"h-penanganan-hama-dan-penyakit-dengan-tepat\" class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Penanganan_Hama_dan_Penyakit_dengan_Tepat\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>Penanganan Hama dan Penyakit dengan Tepat<\/h3>\n<p>Salah satu metode yang mudah namun ampuh adalah dengan segera memotong bagian-bagian tanaman yang menunjukkan gejala infeksi penyakit busuk nangka. Ini dilakukan untuk menghindari penyebaran yang tidak terkontrol yang dapat berakibat pada kegagalan panen.<\/p>\n<p>Selain itu, penting untuk secara teratur menjaga kebersihan area yang digunakan untuk menanam nangka. Jangan biarkan gulma tumbuh di sekitar pohon nangka, karena hal ini bisa mengganggu pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman, yang bisa diambil alih oleh gulma dan rumput liar.<\/p>\n<h3 id=\"h-berikan-pupuk-tambahan\" class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Berikan_Pupuk_Tambahan\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>Berikan Pupuk Tambahan<\/h3>\n<p>Salah satu cara untuk mencegah terjadinya penyakit busuk buah hitam pada nangka adalah dengan memberikan pupuk tambahan secara teratur. Anda bisa memilih pupuk yang memiliki berbagai nutrisi tambahan dan dapat memperkuat ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hasil berkumpulnya buah nangka kurang optimal karena terlihat adanya busuk dan bercak hitam? Jangan khawatir dulu, teman. Penyakit busuk hitam pada buah nangka ini bisa dikelola dan penyebarannya bisa dicegah, sehingga tidak akan semakin parah atau menginfeksi buah-buah lain di sekitarnya. Apa saja langkah-langkah yang bisa diambil? Buah nangka adalah salah satu jenis buah yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4080,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[1590,1588,1592,1593,1589,1591],"class_list":["post-4071","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-penyakit-tanaman","tag-buah-nangka","tag-busuk-buah-nangka","tag-gejala-penyakit-busuk-buah-nangka","tag-mengatasi-busuk-buah-nangka","tag-penyakit-buah-nangka","tag-penyebab-pembusukan-buah-nangka"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/harapantani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4071","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/harapantani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/harapantani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harapantani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harapantani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4071"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/harapantani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4071\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4081,"href":"https:\/\/harapantani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4071\/revisions\/4081"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harapantani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4080"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/harapantani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4071"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/harapantani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4071"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/harapantani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4071"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}